"HAUSSS! Warga Cipta Village RT 06 Marina Jerit-Jerit, Air Mati Total Warga Antre Panjang Bawa Drum di Bawah Terik Matahari"

Ratusan keluarga di Perumahan Cipta Village blok RT 06 RW 020, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, 


Nuansaindonews.com , Batam |-  Tanjung Riau Sekupang ratusan keluarga di Perumahan Cipta Village blok RT 06 RW 020, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam menjerit karena krisis air bersih. Sudah beberapa hari ini air di rumah warga mati total.




Warga terpaksa antre panjang untuk mendapatkan bantuan air bersih dari truk tangki. Dalam foto yang beredar, terlihat warga membawa drum biru, jeriken, galon, ember, hingga gerobak motor untuk menampung air. Suasana antrean sangat ramai di depan gerbang perumahan di bawah cuaca terik.






Seluruh warga RT 06 RW 020 Perumahan Cipta Village, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak hingga lansia. Terlihat juga petugas membagikan air dari truk tangki warna hijau dengan nomor "ASH 11".




Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2026 siang. Warga sudah rela panas-panasan sejak pagi dengan membawa payung dan topi untuk berteduh







Lokasi tepatnya di area depan Kantor Pemasaran Perumahan Cipta Village, RT 06 RW 020, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam. Terlihat jelas plang "PEMASARAN PERUMAHAN CIPTA VILLAGE" di lokasi.






Menurut keluhan warga, aliran air dari PDAM sudah tidak mengalir ke rumah selama beberapa hari. Hal ini membuat aktivitas MCK, masak, dan kebutuhan dasar keluarga lumpuh total. Warga menduga adanya gangguan distribusi atau pipa utama yang bermasalah.





Karena tidak ada pilihan lain, warga berbondong-bondong mendatangi titik pembagian air. Ada yang antre berjalan kaki, ada juga yang menggunakan motor dengan gerobak untuk mengangkut air dalam jumlah banyak. Warga berharap pemerintah, PDAM dan pihak pengembang segera turun tangan memberikan solusi agar air kembali normal.



"Kami sudah berhari-hari tidak mandi dan masak susah. Tolong diperhatikan, ini kebutuhan dasar," ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.


Penulis : Ry

Lebih baru Lebih lama